Maintenance Website
Website WordPress Tidak Diperbarui Setahun: Apa yang Sebenarnya Terjadi
Website WordPress yang setahun tidak disentuh biasanya masih terbuka, masih rapi, dan masih memuat semua yang seharusnya. Itulah bagian yang menipu, dan itu pula alasan orang menunda perawatan bertahun-tahun tanpa merasa sedang mengambil risiko.
Yang menumpuk selama setahun itu bukan kerusakan, melainkan jarak. Tulisan ini menjelaskan jarak apa saja yang menumpuk, apa yang biasanya rusak lebih dulu, dan kenapa tagihannya justru datang belakangan dalam bentuk yang lebih mahal.
Bukan untuk menakut-nakuti. Sebagian website memang bisa dibiarkan lama tanpa kejadian apa pun, dan bagian terakhir tulisan ini menyebutkan kapan itu berlaku.
Empat jarak yang menumpuk diam-diam
1. Celah plugin menjadi pengetahuan umum
Ini bagian yang paling sering disalahpahami. Orang membayangkan penyerang menemukan celah di website mereka. Yang sebenarnya terjadi hampir selalu terbalik.
Ketika sebuah celah keamanan ditemukan di plugin WordPress, pembuatnya merilis perbaikan, dan rincian celahnya diumumkan secara terbuka. Pengumuman itu bagian normal dan sehat dari cara keamanan perangkat lunak bekerja, karena itulah yang membuat pemilik website tahu harus memperbarui.
Konsekuensinya: begitu perbaikan dirilis, cara memanfaatkan versi lamanya menjadi pengetahuan umum. Website yang tidak diperbarui bukan sedang menunggu ditemukan, melainkan sudah tercantum dalam daftar yang bisa dipindai siapa pun secara otomatis. Semakin lama sebuah pembaruan diabaikan, semakin banyak orang yang tahu persis apa yang bisa dilakukan terhadap website Anda.
2. Versi PHP kehabisan masa dukungan
PHP adalah bahasa yang menjalankan WordPress, dan setiap versinya punya tanggal berakhirnya dukungan yang diumumkan terbuka di php.net. Setelah tanggal itu lewat, celah yang baru ditemukan tidak lagi ditambal untuk versi tersebut.
Website Anda tetap berjalan seperti biasa, dan itulah masalahnya. Tidak ada peringatan yang muncul di layar pengunjung, tidak ada yang melambat, tidak ada yang berubah.
3. Plugin ditinggalkan pembuatnya
Plugin yang berbahaya bukan yang belum Anda perbarui, melainkan yang sudah tidak diperbarui oleh pembuatnya. Plugin seperti ini tidak pernah memunculkan notifikasi apa pun di dashboard Anda, karena memang tidak ada pembaruan yang tersedia.
Dalam setahun, satu dua plugin di website biasa cukup sering berpindah status menjadi terbengkalai tanpa ada yang memberi tahu. Kalau plugin itu kebetulan yang menangani formulir kontak atau galeri proyek Anda, penggantinya bukan pekerjaan lima menit.
4. Backup berhenti tanpa memberi kabar
Backup otomatis yang dipasang setahun lalu bisa berhenti berjalan karena banyak hal biasa: kuota penyimpanan penuh, izin akses ke penyimpanan awan kedaluwarsa, atau plugin backupnya sendiri berhenti bekerja setelah satu pembaruan.
Semua itu gagal dalam diam. Anda baru mengetahuinya pada hari Anda membutuhkannya, dan hari itu adalah hari terburuk untuk mengetahuinya.
Yang biasanya rusak lebih dulu, dan bukan yang Anda bayangkan
Bayangan orang tentang website bermasalah adalah halaman hitam bertuliskan pesan peretas. Itu jarang terjadi, dan bukan yang paling merugikan.
Yang paling sering: formulir kontak berhenti mengirim. Website terlihat sempurna, tombol kirim tetap memberi ucapan terima kasih, tetapi pesannya tidak sampai ke mana-mana. Kerugiannya berjalan diam-diam selama berbulan-bulan, dan tidak ada satu pun yang memberi tahu Anda bahwa calon klien sedang mengirim pesan ke ruang kosong.
Kedua: layar putih setelah hosting menaikkan versi PHP. Penyedia hosting berhak dan memang biasa menaikkan versi PHP demi keamanan, sering dengan pemberitahuan yang terlewat di email. Website yang plugin dan temanya sudah lama tertinggal tidak selalu selamat melewati kenaikan itu, dan tumbangnya terjadi di jam yang tidak Anda pilih.
Ketiga, dan yang paling mahal untuk dipulihkan: halaman sisipan. Halaman-halaman yang tidak pernah Anda buat muncul di dalam website Anda dan terindeks Google. Tampilan depan tidak berubah sama sekali, jadi Anda tidak melihatnya. Yang melihatnya adalah mesin pencari, dan reputasi domain yang sudah rusak butuh waktu lama untuk pulih meski file-nya sudah dibersihkan.
Kenapa menunda membuat perbaikannya lebih mahal
Ini bagian yang membuat penundaan berbeda dari sekadar risiko yang belum terjadi.
Memperbarui website yang tertinggal satu bulan adalah pekerjaan rutin: satu per satu, dicek, selesai. Memperbarui website yang tertinggal dua tahun adalah proyek tersendiri. Pembaruan harus dilompati beberapa versi sekaligus, plugin yang sudah terbengkalai harus dicarikan pengganti beserta pemindahan datanya, tema yang pernah diubah tangan bisa berhenti bekerja, dan semuanya harus dicoba di salinan terpisah lebih dulu karena tidak ada yang berani mengerjakannya langsung di website yang sedang dipakai.
Jadi biaya yang dihemat dengan tidak merawat tidak hilang. Ia menumpuk, lalu ditagih sekaligus, pada waktu yang biasanya tidak Anda pilih sendiri.
Kalau website Anda sudah lama tidak disentuh
Jangan mulai dengan menekan tombol perbarui semua. Itu langkah yang paling sering mengubah website yang tertinggal menjadi website yang mati.
Urutan yang aman:
- Ambil salinan lengkap dulu, seluruh file dan satu ekspor database, dan simpan di komputer Anda sendiri, bukan di server yang sama.
- Pastikan Anda memegang aksesnya: hosting, domain, dan admin WordPress. Tanpa ini, tidak ada langkah berikutnya yang bisa dikerjakan.
- Catat kondisinya lewat menu Alat lalu Kesehatan Situs di dalam WordPress, dan daftar plugin beserta versinya.
- Perbarui bertahap, dimulai dari plugin keamanan dan backup, satu per satu, dengan website dibuka setiap selesai satu.
- Ganti plugin yang sudah ditinggalkan pembuatnya, bukan sekadar memperbaruinya, karena memang tidak ada yang bisa diperbarui.
Kalau website Anda menghasilkan pemasukan dan Anda tidak nyaman mengerjakan lima langkah itu sendiri, itu alasan yang sah untuk menyerahkannya. Kalau website Anda hanya halaman profil sederhana, lima langkah itu bisa Anda kerjakan dalam satu sore.
Kapan menunda memang tidak apa-apa
Supaya tulisan ini jujur, ada keadaan di mana perawatan bulanan memang berlebihan.
Website satu halaman tanpa formulir, tanpa login pengguna, tanpa transaksi, dengan sedikit plugin, di hosting yang menangani pembaruan keamanan secara otomatis, berisiko jauh lebih kecil. Begitu juga website yang memang sudah tidak dipakai dan tidak apa-apa kalau hilang.
Yang membuat perawatan layak dibayar adalah kombinasi tiga hal: website itu mendatangkan pekerjaan, isinya tidak bisa dibuat ulang dengan mudah, dan Anda tidak punya waktu memeriksanya sendiri setiap bulan. Kalau ketiganya tidak berlaku pada Anda, jangan membelinya.
Langkah berikutnya
Sebelum memutuskan apa pun, ketahui dulu kondisi website Anda sekarang. Tujuh pemeriksaan yang bisa dikerjakan sendiri tanpa latar belakang teknis kami rinci di cara memeriksa sendiri kondisi website WordPress Anda.
Kalau ternyata Anda tidak memegang akses hosting atau domainnya, selesaikan itu lebih dulu. Urutan pengamanannya ada di developer website Anda menghilang, ini urutan yang harus diamankan.
Bila pekerjaan rutinnya ingin diserahkan, cakupan dan biayanya terbuka di halaman maintenance website WordPress. Untuk website yang tidak kami bangun, kami mulai dengan review teknis dan menyampaikan hasilnya apa adanya, termasuk bila kesimpulannya website Anda perlu diperbaiki lebih dulu sebelum layak dirawat bulanan.