Maintenance Website
Developer Website Anda Menghilang: Ini Urutan yang Harus Diamankan
Pesan terakhir dibaca tiga minggu lalu. Nomornya masih aktif tetapi tidak pernah diangkat. Email tidak dibalas. Website Anda sendiri masih hidup dan terlihat baik-baik saja, jadi rasanya belum genting.
Justru itu bagian yang berbahaya. Website yang ditinggalkan tidak mati hari itu juga. Ia mati beberapa bulan kemudian, pada satu tanggal yang tidak ada yang mencatat, ketika sesuatu jatuh tempo dan tidak ada yang membayarnya.
Hampir semua orang memulai dari hal yang salah. Yang pertama dicari adalah password admin WordPress. Padahal itu justru yang paling mudah dipulihkan. Tulisan ini menyusun ulang urutannya berdasarkan satu ukuran: seberapa permanen kerugiannya kalau aset itu benar-benar hilang.
Urutannya bukan dari yang paling terlihat, tapi dari yang paling tidak bisa dikembalikan
Sebagian aset bisa dibangun ulang dalam satu hari. Sebagian lagi tidak bisa dibeli kembali dengan harga berapa pun begitu berpindah tangan. Kerjakan dari atas.
1. Nama domain
Ini satu-satunya aset dalam daftar ini yang bisa hilang selamanya. Kalau domain kedaluwarsa dan dilepas ke publik, siapa pun boleh mendaftarkannya. Kalau yang mengambil adalah kompetitor Anda, atau seseorang yang tahu domain itu sudah punya reputasi, tidak ada mekanisme yang memaksanya mengembalikan.
Yang perlu Anda ketahui hari ini: domainnya terdaftar di registrar mana, atas nama siapa, dan kapan jatuh tempo. Cari “whois” di mesin pencari, masukkan nama domain Anda, dan Anda akan melihat nama registrar serta tanggal kedaluwarsanya. Data pemiliknya sering disamarkan demi privasi, tetapi nama registrar dan tanggalnya hampir selalu terbuka.
Kalau tanggal jatuh temponya kurang dari enam bulan lagi dan Anda tidak memegang akun registrarnya, itu pekerjaan minggu ini, bukan bulan depan. Perpanjangan biasanya masih bisa dilakukan setelah lewat tanggal, tetapi ada masa tenggang yang terbatas, dan setelah masa tenggang habis biayanya melonjak jauh sebelum akhirnya benar-benar dilepas.
Satu hal yang sering luput: domain bisa saja diperpanjang otomatis memakai kartu kredit developer Anda. Selama kartunya masih hidup, Anda tidak akan merasakan apa-apa. Pada saat kartunya kedaluwarsa atau ditutup, tidak ada yang memberi tahu Anda.
2. Email yang memakai domain Anda
Email berada di urutan kedua bukan karena isinya, melainkan karena fungsinya: alamat email adalah jalur pemulihan untuk hampir semua akun lain. Kalau Anda kehilangan kendali atas email, tombol “lupa password” di layanan lain berhenti berguna.
Periksa siapa administrator layanan emailnya. Bila memakai Google Workspace atau Microsoft 365, akun super admin mungkin atas nama developer. Bila email berjalan di hosting yang sama dengan website, kendalinya ikut ke siapa pun yang memegang panel hosting.
3. Pengaturan DNS
DNS adalah yang menentukan ke mana domain Anda diarahkan. Ia sering tidak berada di tempat yang sama dengan registrar. Banyak developer mengarahkan nameserver ke akun Cloudflare pribadi mereka. Artinya, walaupun nama domain resmi milik Anda, yang menentukan alamat itu menunjuk ke server mana adalah orang lain.
Di panel registrar, lihat bagian nameserver. Kalau isinya bukan nameserver bawaan registrar dan bukan milik hosting Anda, di situlah kendali DNS sebenarnya berada.
4. Hosting, termasuk akun penagihannya
Akses ke cPanel tidak sama dengan memiliki hosting. Yang menentukan server itu hidup atau dimatikan adalah akun penagihan: siapa yang menerima invoice dan kartu siapa yang dipakai membayar. Anda bisa punya password cPanel lengkap dan tetap kehilangan server karena tagihan dua bulan tidak dibayar oleh orang yang sudah tidak bisa dihubungi.
Kalau website Anda berada di dalam akun reseller developer, bersama puluhan website klien lain, Anda tidak akan pernah bisa memegang akun penagihannya. Yang bisa dilakukan hanya satu: pindahkan website ke hosting atas nama Anda sendiri.
5. Salinan lengkap website
Begitu Anda punya akses hosting, ambil salinannya hari itu juga: seluruh folder file dan satu file ekspor database. Simpan di komputer Anda sendiri, bukan di server yang sama. Salinan ini yang membuat semua langkah berikutnya bisa dicoba tanpa risiko.
Backup yang belum pernah dicoba dikembalikan belum bisa disebut backup. Kalau ada yang bersedia membantu, minta ia memasang salinan itu di satu lokasi percobaan dan pastikan website-nya benar-benar terbuka di sana.
6. Akun admin WordPress
Ini yang biasanya dicemaskan lebih dulu, dan justru yang paling mudah. Selama Anda memegang akses hosting, akun administrator baru bisa dibuat langsung lewat database, tanpa perlu password lama sama sekali. Tidak ada yang hilang permanen di sini.
Karena itu jangan mengorbankan urutan di atas demi mengejar yang satu ini.
7. Akun pihak ketiga
Google Analytics, Google Search Console, Google Business Profile, Meta Business, dan payment gateway kalau ada. Kerugiannya bukan pada layanannya, karena semua bisa dibuat ulang, melainkan pada riwayatnya. Data Analytics tiga tahun tidak bisa dipindahkan ke properti baru. Google Business Profile yang sudah punya banyak ulasan jauh lebih sulit direbut kembali daripada dibuat dari nol.
Tiga kesalahan yang membuat keadaan lebih buruk
Mengganti nameserver sebelum tahu ke mana email dirutekan. Ini kesalahan paling mahal dan paling sering terjadi. Pengaturan DNS memuat catatan MX yang menentukan tujuan email masuk. Kalau nameserver dipindah tanpa menyalin catatan itu lebih dulu, email perusahaan Anda berhenti masuk pada menit yang sama, dan pesan yang dikirim orang selama jeda itu tidak tersimpan di mana pun. Salin dulu seluruh catatan DNS yang ada, baru pindah.
Menghapus akun developer sebelum akses Anda terbukti bekerja. Rasanya seperti tindakan pengamanan. Kenyataannya Anda sedang menutup satu-satunya pintu yang masih terbuka, sebelum memastikan pintu Anda sendiri bisa dibuka. Buat akun baru, keluar sepenuhnya, masuk kembali memakai akun baru itu, kerjakan satu perubahan kecil sampai tersimpan. Setelah itu baru cabut akses lama.
Memperbarui semua plugin sekaligus sebagai langkah pertama. Website yang lama tidak dirawat sering berhenti berfungsi setelah pembaruan borongan, dan pada titik itu Anda belum punya backup, belum punya orang yang paham isinya, dan sudah tidak punya developer. Amankan akses lebih dulu, ambil salinan, baru sentuh pembaruan.
Kalau ternyata Anda tidak memegang apa pun
Ini kejadian yang cukup umum, dan bukan berarti selesai.
Mulai dari registrar domain. Sebagian besar registrar punya prosedur pemulihan akun untuk pemilik sah, dan yang mereka minta biasanya bukti bahwa nama atau badan usaha Anda yang tercantum sebagai pendaftar, ditambah bukti pembayaran. Kumpulkan apa yang Anda punya: invoice, bukti transfer, percakapan yang menyebut nama domain, dokumen perusahaan.
Kalau domain terdaftar sepenuhnya atas nama developer dan pemulihan tidak berhasil, keputusan yang tersisa adalah keputusan bisnis, bukan keputusan teknis: pindah ke domain baru dan mulai membangun ulang reputasinya, sambil menyimpan seluruh isi website lama selagi masih bisa diakses. Semakin cepat diputuskan, semakin sedikit yang hilang.
Supaya tidak terulang
Masalahnya bukan pada orang yang menghilang. Masalahnya pada kepemilikan yang tidak pernah dipisahkan sejak awal.
Domain dan hosting sebaiknya didaftarkan atas nama dan email Anda sendiri, dibayar dari kartu atau rekening Anda sendiri. Siapa pun yang mengerjakan website Anda cukup diberi akses, bukan kepemilikan. Akses bisa dicabut kapan saja tanpa merugikan siapa pun. Kepemilikan tidak.
Satu file berisi daftar semua akun beserta email pendaftarnya, disimpan di tempat yang Anda kendalikan, sudah cukup untuk mencegah seluruh isi tulisan ini.
Langkah berikutnya
Kalau akses sudah aman dan yang tersisa adalah merawat website-nya, langkah berikutnya adalah memeriksa kondisinya. Cara memeriksanya sendiri, tanpa perlu latar belakang teknis, kami rinci di cara memeriksa kondisi website WordPress Anda sendiri.
Bila Anda ingin pekerjaan rutinnya ditangani orang lain, cakupan dan biayanya kami buka di halaman maintenance website WordPress. Layanannya bulanan dan bisa dihentikan kapan saja, dan saat berhenti akses penuh beserta backup terakhir kami serahkan kembali kepada Anda. Setelah membaca tulisan di atas, Anda mungkin sudah paham kenapa syarat itu kami tulis terang-terangan.