Langsung ke konten

Kontraktor

Website Kontraktor Sudah Jadi, Kenapa Belum Ada yang Menghubungi

Ruang kantor proyek yang sepi dengan laptop tertutup, telepon meja, dan helm proyek di atas meja kayu

Website sudah jadi. Fotonya bagus, halamannya lengkap, dibuka di ponsel juga rapi. Sudah tiga minggu, dan belum ada satu pun yang menghubungi lewat sana.

Kesimpulan yang biasanya diambil: websitenya gagal, atau yang membuat tidak becus. Kadang benar. Tapi jauh lebih sering, yang terjadi adalah salah paham tentang pekerjaan apa yang sebenarnya dilakukan sebuah website.

Tulisan ini menjelaskan kenapa website baru hampir selalu sepi di bulan-bulan pertama, apa yang harus diperiksa sebelum menyimpulkan ada yang rusak, dan apa yang benar-benar mendatangkan telepon pertama.

Website bukan mesin pencari pelanggan

Ini bagian yang paling jarang dikatakan penjual jasa website, dan paling menentukan harapan Anda.

Website adalah tempat orang memutuskan, bukan tempat orang menemukan. Ia bekerja pada detik seseorang sudah tahu nama Anda dan ingin memastikan Anda pantas dipercaya. Yang membawa orang sampai ke titik itu adalah hal lain: seseorang menyebut nama Anda, Anda mengirim penawaran, alamat website Anda tertulis di spanduk proyek, atau perusahaan Anda muncul di peta ketika orang mencari kontraktor di kotanya.

Kontraktor yang membangun website lalu menunggu, sedang menunggu sesuatu yang memang tidak dirancang terjadi sendiri.

Tiga minggu memang terlalu cepat

Domain yang baru dibuat tidak punya rekam jejak di mata Google. Halaman-halamannya perlu ditemukan, dibaca, dan dinilai lebih dulu, dan itu memakan waktu berminggu-minggu sebelum satu pun halaman muncul di hasil pencarian untuk kata yang berarti.

Rentang yang wajar: halaman mulai terindeks dalam hitungan hari sampai beberapa minggu, mulai muncul untuk pencarian bermerek dalam satu sampai dua bulan, dan mulai muncul untuk pencarian umum seperti kontraktor di kota Anda setelah beberapa bulan, itu pun bila ada isinya yang layak muncul.

Menilai website dari jumlah telepon di minggu ketiga sama dengan menilai pohon dari tingginya di bulan pertama.

Lima hal yang diperiksa sebelum menyimpulkan

Sebelum menyalahkan website atau yang membuatnya, jalankan lima pemeriksaan ini. Semuanya gratis dan bisa Anda kerjakan sendiri.

1. Apakah Google sudah tahu website Anda ada

Di Google, ketik site: diikuti nama domain Anda tanpa spasi. Yang muncul adalah halaman Anda yang sudah terindeks. Kalau hasilnya kosong padahal website sudah sebulan hidup, ada yang menghalangi, dan itu masalah teknis yang harus diselesaikan lebih dulu sebelum yang lain.

2. Apakah nomor di website benar-benar dibaca

Kedengarannya sepele dan justru sering jadi penyebabnya. Minta orang lain, bukan Anda, membuka website dari ponselnya lalu menekan tombol WhatsApp. Pastikan pesannya masuk, ke nomor yang memang Anda buka setiap hari.

Nomor yang salah satu digit, nomor lama yang sudah tidak dipakai, atau nomor yang dipegang orang lain di kantor adalah penyebab yang membuat website terlihat sepi padahal tidak.

3. Apakah orang yang sudah mengenal Anda tahu alamatnya

Ini yang paling sering terlewat dan paling cepat memberi hasil. Alamat website Anda harus ada di tempat-tempat yang sudah dilihat orang setiap hari:

  • Kop surat dan dokumen penawaran
  • Tanda tangan email
  • Bio dan tombol tautan di Instagram atau Facebook perusahaan
  • Spanduk proyek dan pagar seng
  • Kartu nama, stempel, dan invoice
  • Balasan WhatsApp ke calon klien, dikirim sebagai satu tautan

Terutama yang terakhir. Selama ini Anda mengirim foto proyek satu per satu lewat WhatsApp. Sekarang cukup satu tautan, dan calon klien bisa melihat semuanya sekaligus beserta keterangannya. Itu sudah cukup mengubah cara percakapan berjalan.

4. Apakah perusahaan Anda ada di peta

Kalau Anda punya kantor atau workshop yang bisa dikunjungi, daftarkan di Google Business Profile. Gratis, dan untuk kontraktor lokal ini sering mendatangkan lebih banyak telepon daripada website itu sendiri di tahun pertama.

Orang yang mencari kontraktor di kotanya sendiri sering berhenti di daftar peta tanpa pernah menggulir ke hasil biasa. Cantumkan alamat website Anda di profil itu, sehingga keduanya saling mengisi: peta yang menemukan, website yang meyakinkan.

5. Apakah isinya menjawab keraguan, atau hanya menampilkan diri

Buka halaman proyek Anda sendiri dan bacalah seolah Anda pemilik rumah yang belum kenal siapa pun. Apakah ada yang menjawab pertanyaan yang sebenarnya ada di kepalanya, yaitu berapa kira-kira biayanya, berapa lama, dan apa yang terjadi kalau ada masalah di tengah jalan?

Website yang hanya berisi foto dan daftar layanan memang bisa dilihat, tetapi tidak memberi alasan untuk menghubungi. Yang memberi alasan adalah keterangan yang membuat pembaca merasa sudah tahu cara Anda bekerja sebelum bertemu.

Yang benar-benar mendatangkan telepon pertama

Urut dari yang paling cepat memberi hasil.

Jaringan yang sudah ada. Kirim tautannya ke klien lama, mandor, supplier, dan arsitek yang pernah bekerja dengan Anda. Bukan sebagai pengumuman, tetapi sebagai alat: sekarang mereka punya satu tautan untuk diberikan ketika ada yang bertanya. Rujukan adalah sumber pekerjaan terbesar kontraktor, dan website membuat rujukan itu lebih mudah diteruskan.

Penawaran yang Anda kirim minggu ini. Cantumkan alamat website di setiap dokumen penawaran. Calon klien yang menerima tiga penawaran akan membuka ketiganya, dan yang punya website biasanya dibuka lebih dulu.

Google Business Profile, kalau punya tempat yang bisa dikunjungi.

Menambah isi secara bertahap. Setiap proyek yang Anda tambahkan adalah satu halaman baru yang bisa ditemukan orang. Kontraktor yang menambah satu proyek per bulan akan punya website yang jauh berbeda setahun kemudian dibanding yang berhenti di hari serah terima.

Iklan berbayar, kalau butuh cepat dan siap mengeluarkan biaya. Ini satu-satunya cara mendatangkan orang dalam hitungan hari, dan website Anda tetap dibutuhkan sebagai tempat mereka mendarat.

Kapan boleh menyimpulkan websitenya memang bermasalah

Ada titik di mana kesimpulan itu adil. Kalau seluruh hal berikut terjadi bersamaan, masalahnya memang di website:

  • Sudah lewat enam bulan
  • Halaman-halamannya terindeks, terbukti dari pencarian site:
  • Alamatnya sudah tercantum di penawaran, tanda tangan email, dan media sosial
  • Ada orang yang membukanya, terlihat dari Analytics
  • Tetapi tidak ada yang menekan tombol kontak

Pola itu menunjuk ke satu hal: orang datang, membaca, lalu memutuskan untuk tidak menghubungi. Itu masalah isi dan susunan halaman, bukan masalah jumlah pengunjung, dan penyelesaiannya berbeda sama sekali dari menambah iklan.

Sebaliknya, kalau tidak ada yang membuka sama sekali, menambah tombol atau mengganti warna tidak akan mengubah apa pun.

Langkah berikutnya

Kalau pemeriksaan nomor lima membuat Anda ragu apakah isi website Anda menjawab keraguan pembaca, susunan yang tepat sangat bergantung pada siapa pembeli Anda. Kami memisahkannya di empat tipe pembeli website kontraktor.

Kalau yang kurang adalah bahan, daftar yang perlu dikumpulkan ada di yang perlu disiapkan kontraktor sebelum website dibuat, dan pos biayanya di biaya website kontraktor.

Untuk melihat susunan yang kami maksud, empat website demo kontraktor bisa dibuka langsung di halaman industri kontraktor. Perusahaannya fiktif, susunan halamannya tidak.

Diskusikan website untuk bisnis Anda

Ceritakan bisnis Anda, kami bantu rekomendasikan website yang tepat – tanpa komitmen.