Kontraktor
Yang Perlu Disiapkan Kontraktor Sebelum Website Dibuat
Yang paling sering menghentikan pembuatan website kontraktor di tengah jalan bukan desain, bukan teknis, dan bukan harga. Yang menghentikannya adalah kalimat ini: “fotonya nanti saya carikan dulu ya.”
Setelah itu proyeknya menggantung berminggu-minggu, karena mencari foto proyek lama ternyata jauh lebih sulit daripada kelihatannya.
Tulisan ini daftar apa yang perlu Anda kumpulkan sebelum pengerjaan dimulai, disusun dari yang paling sering hilang. Sebagian besar bisa diselesaikan dalam satu sore kalau tahu apa yang dicari.
1. Pilih proyek dulu, jangan langsung cari foto
Kesalahan pertama biasanya di sini: orang membuka galeri ponsel lalu mengumpulkan foto sebanyak-banyaknya. Hasilnya ratusan foto progres yang tidak jelas mana proyek apa.
Mulai dari daftar proyeknya. Lima sampai delapan proyek sudah cukup untuk website perusahaan. Lebih dari itu justru membuat pengunjung tidak selesai membaca.
Cara memilihnya yang jarang dipikirkan: pilih proyek yang mewakili pekerjaan yang Anda mau lebih banyak, bukan proyek yang paling besar.
Portfolio berisi gudang pabrik akan mendatangkan pertanyaan soal gudang pabrik. Kalau sebenarnya Anda ingin lebih banyak pekerjaan renovasi rumah karena perputarannya lebih cepat dan pembayarannya lebih lancar, tetapi seluruh portfolio Anda proyek besar, pemilik rumah yang membukanya akan menyimpulkan Anda terlalu besar untuk pekerjaannya lalu pergi tanpa bertanya.
2. Foto: yang dibutuhkan per proyek
Untuk tiap proyek, targetnya sederhana:
- Satu foto utama yang memperlihatkan keseluruhan hasil. Ini yang tampil di kartu proyek dan yang paling menentukan.
- Dua sampai empat foto pendukung: sudut lain, satu detail pengerjaan, dan bagian yang Anda paling puas mengerjakannya.
- Foto sebelum, kalau pekerjaannya renovasi.
Empat hal yang membuat foto layak dipakai, dan semuanya bisa dikerjakan dengan ponsel:
Ambil siang hari, jangan malam. Foto malam dengan lampu proyek membuat warna dinding dan material tidak terbaca.
Bereskan dulu sebelum memotret. Sisa material, ember, dan terpal di latar depan adalah alasan paling sering sebuah pekerjaan bagus terlihat berantakan di layar.
Potret mendatar, bukan tegak. Foto tegak dari ponsel akan terpotong di hampir semua tampilan website.
Untuk sebelum dan sesudah, berdiri di titik yang sama. Ini yang paling sering keliru. Kalau sudut kedua fotonya berbeda, pembaca tidak bisa membandingkan apa pun, dan seluruh nilai pasangan foto itu hilang. Kalau perlu, catat posisi Anda berdiri saat memotret kondisi awal.
Satu hal teknis: kirim file aslinya, jangan lewat WhatsApp. WhatsApp mengecilkan foto sampai kualitasnya tidak cukup untuk layar besar, dan kualitas itu tidak bisa dikembalikan. Pakai Google Drive atau kirim sebagai dokumen.
3. Data tiap proyek
Foto saja membuat portfolio Anda sama dengan portfolio siapa pun. Yang membedakan adalah keterangannya. Untuk tiap proyek, catat:
- Jenis pekerjaan (bangun baru, renovasi, fit out, pekerjaan sipil)
- Lokasi, cukup kota atau kecamatan
- Tahun pengerjaan
- Ukuran: luas bangunan, jumlah lantai, atau volume pekerjaan
- Lama pengerjaan
- Satu kendala yang diselesaikan
Yang terakhir itu yang paling bernilai dan paling sering dilewati. “Renovasi rumah, selesai tepat waktu, klien puas” tidak memberi pembaca apa pun, karena semua orang menulis kalimat itu.
Bandingkan dengan: “Struktur lama ternyata tidak cukup kuat untuk lantai dua, ketahuan setelah pembongkaran. Kami hentikan pekerjaan, hitung ulang, ajukan penambahan biaya beserta gambarnya, dan lanjut setelah disetujui pemilik.”
Kalimat kedua menjawab kecemasan yang sebenarnya dibawa pembaca ke website Anda: apa yang terjadi kalau ada masalah di tengah jalan. Tidak ada satu pun daftar layanan yang bisa menjawab itu.
4. Izin, sebelum apa pun ditayangkan
Rumah tinggal adalah milik pribadi seseorang. Sebelum foto dan alamatnya tayang, minta izin pemiliknya, dan simpan izin itu dalam bentuk tertulis walau cukup lewat pesan.
Kalau izinnya tidak didapat, proyeknya tetap bisa ditampilkan. Sebutkan jenis pekerjaan dan kotanya tanpa nama pemilik, hindari foto yang memperlihatkan nomor rumah atau papan nama, dan jangan cantumkan alamat lengkap. Cara menyusunnya kami bahas terpisah di cara menunjukkan hasil kerja tanpa menyebut nama klien.
5. Profil dan legalitas perusahaan
Bagian yang membosankan, dan justru yang dibuka saat keputusan besar sedang diambil tentang Anda. Panitia tender, bank yang memproses pengajuan kredit, dan perusahaan yang memverifikasi calon vendor semuanya mencari halaman ini.
- Nama dan bentuk badan usaha
- Tahun mulai beroperasi
- Nomor legalitas yang memang boleh dipublikasikan
- Sertifikasi atau keanggotaan asosiasi, bila ada
- Perkiraan jumlah tim di lapangan
- Kota dan wilayah yang benar-benar Anda jangkau
Poin terakhir menentukan lebih banyak daripada dugaan orang. Area layanan yang ditulis tegas adalah yang membuat perusahaan Anda ikut muncul ketika seseorang mencari kontraktor di daerahnya sendiri. Tulis kotanya, jangan menulis “seluruh Indonesia” kalau kenyataannya Anda hanya mengerjakan tiga kota.
6. Daftar layanan, dan keberanian memotongnya
Tulis pekerjaan yang benar-benar Anda kerjakan sendiri, bukan semua yang secara teori bisa Anda terima.
Daftar yang terlalu panjang justru melemahkan. Kontraktor yang mengaku mengerjakan bangun baru, renovasi, interior, taman, kolam renang, dan pemasangan CCTV terbaca sebagai perantara yang mengalihkan pekerjaan ke orang lain. Empat jenis pekerjaan yang jelas lebih meyakinkan daripada dua belas.
7. Kontak dan cara dihubungi
- Nomor WhatsApp yang benar-benar dipegang dan dibaca
- Jam kerja, supaya orang tahu kapan dibalas
- Email, kalau ada
- Alamat kantor atau workshop, bila memang ada tempatnya
Gunakan nomor yang memang Anda baca. Nomor yang dipasang lalu jarang dibuka lebih merugikan daripada tidak memasang nomor sama sekali.
Yang tidak perlu Anda siapkan
Supaya daftar di atas tidak terasa lebih berat dari yang sebenarnya.
Anda tidak perlu menulis teks yang rapi. Kirim catatan apa adanya, bahkan dalam bentuk pesan suara; menyusunnya menjadi kalimat adalah pekerjaan yang membuat website. Anda juga tidak perlu tahu warna atau tata letak yang diinginkan, tidak perlu logo baru, dan tidak perlu menyiapkan domain dan hosting lebih dulu.
Yang benar-benar hanya bisa datang dari Anda ada tiga: foto, angka proyek, dan cerita apa yang terjadi di lapangan. Sisanya bisa dibantu.
Urutan yang masuk akal
Kalau semuanya terasa banyak, kerjakan begini. Satu sore untuk memilih lima sampai delapan proyek dan mengumpulkan fotonya ke satu folder. Satu sore lagi untuk mengisi enam butir data tiap proyek. Sisanya, profil perusahaan dan daftar layanan, biasanya sudah ada di dokumen penawaran yang Anda pakai sehari-hari.
Proyek yang fotonya belum memadai tidak perlu menunggu. Mulai dengan yang sudah siap, lalu tambahkan sisanya belakangan. Website yang bisa Anda isi sendiri memang dibuat untuk itu.
Langkah berikutnya
Untuk melihat bagaimana bahan-bahan di atas akhirnya tersusun jadi halaman, empat website demo kontraktor kami bisa dibuka langsung di halaman industri kontraktor. Perhatikan bagaimana tiap proyek menjelaskan kendala yang diselesaikan, bukan hanya menampilkan hasil akhirnya.
Soal anggaran, rincian pos biaya beserta yang tidak muncul di harga iklan kami tulis di biaya website kontraktor. Bila sudah siap mulai, cakupan dan susunan halamannya ada di jasa website kontraktor.